• CAMPAIGN
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
    • Trade Justice
  • COLLECTIVE IDEA
    • ART
    • Article
    • NEWS
    • PUBLICATION
  • GALLERY
  • Sample Page
Sahita Institute
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result
Home Collective Idea News

Ini Syaratnya Jika Prabowo Subianto Serius Lakukan Hilirisasi

Editorial by Editorial
December 23, 2024
in News
0
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fauzan Luthsa – Rabu, 23 Oktober 2024

STRATEGI.ID – Fokus kerja Prabowo Subianto yang tercermin dalam pidatonya mendapat sorotan.

Dalam pidatonya Prabowo Subianto menyebut sejumlah agenda yang menjadi perhatiannya.

Pada berbagai kesempatan, Prabowo Subianto selalu menekankan pentingnya pelaksanaan hal-hal tersebut.

Yakni hilirisasi sumber daya alam, swasembada pangan dan energi, dan digitalisasi di agenda pemberantasan korupsi.

Menurut Direktur Sahita Institute (Hints) Olisias Gultom, komitmen pemberantasan korupsi adalah kunci merealisasikan agenda hilirisasi sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

“Ketegasan pemberantasan korupsi, memastikan kabinet gemuk ini dapat bersinergi serta mengatasi ego dan tradisi birokrasi rente adalah sebuah keharusan,“ ujar pria yang akrab disapa Olis ini, Rabu (11/10). Terkait hal tersebut, Sahita Institute memiliki beberapa catatan kritis khususnya mengenai agenda pembangunan ekonomi melalui hilirisasi industri sumber daya alam serta digitalisasi.

Olis menuturkan klaim pemerintah atas agenda hilirisasi sumber daya alam telah menghasilkan model pembangunan ekonomi yang cenderung disetir. Dan juga lebih menguntungkan kepentingan oligarki dengan dukungan birokrat berwatak pengusaha dan berpotensi memperkuat praktek perburuan rente.

“Pidato presiden dapat diartikulasikan bahwa pengelolaan sda adalah bagian dari kepemilikan rakyat secara kolektif. Namun pengelolaan oleh BUMN membuat hal tersebut jauh panggang dari api.“ Ditambahkannya pelaksanaan agenda pembangunan hilirisasi skema tersebut telah melanggar konstitusi.

Olisias berpendapat prioritas agenda seharusnya mereorganisasi BUMN agar agenda hilirisasi sda dapat dinikmati secara adil dan merata bagi kemakmuran rakyat.

Ia menambahkan agenda digitalisasi harus difokuskan pada pengaturan dan kontrol terhadap source code.

“Perlindungan yang berlebih terhadap source code atas nama kerahasiaan dagang dan hak cipta, hanya akan melahirkan sistem digital yang berpotensi merugikan masyarakat baik.“ Menurutnya Indonesia belum memiliki aturan yang tegas mengenai transparansi atas algoritma.

Dan liberalisasi aliran data lintas batas baik di perjanjian perdagangan bebas, WTO, dan G20 cenderung lebih melindungi kepentingan perusahaan teknologi multinasional dalam mendulang profit.

“Jika serius dan menjadi kunci pemberantasan korupsi, maka seharusnya presiden melakukan agenda prioritas terkait kontrol terhadap sistem digital. Libatkan perwakilan masyarakat serta atur pemanfaatan digital khususnya dalam mengantisipasi perkembangan Kecerdasan Buatan,“ pungkasnya. ***

Source : https://www.strategi.id/merah-putih/10413800275/ini-syaratnya-jika-prabowo-subianto-serius-lakukan-hilirisasi?page=2

Previous Post

KNMKI Desak Prabowo-Gibran: Jangan Korbankan Masyarakat demi Nikel

Next Post

Gugat Permendikbud yang Jadi Dasar Kenaikan UKT, Mahasiswa Patungan Bayar Biaya Registrasi ke MA

Next Post

Gugat Permendikbud yang Jadi Dasar Kenaikan UKT, Mahasiswa Patungan Bayar Biaya Registrasi ke MA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Industrialisasi Dari Bawah
  • ISDS, Ancaman dan Risiko Ketika Investor Bisa Gugat Negara
  • IEU CEPA Alarm Peringatan Bagi Kedaulatan Digital Indonesia
  • Gerakan Rakyat Melawan Imperialisme Global di Tengah Tatanan Multipolar
  • Indonesia Di Tengah Badai Dunia

Recent Comments

  1. Siaran Pers Diskusi Publik Hilirisasi dan Perlindungan Buruh “Pemerintah Belum Serius Melindungi Buruh Dalam Agenda Hilirisasi” – Sahita Institute on Transformasi Ekonomi Berkedaulatan Rakyat Dari Perspektif Gerakan Buruh Indonesia
  2. Desakan Masyarakat Sipil Indonesia dan Eropa Agar PerundinganIndonesia-EU CEPA Tak Dilanjutkan – MKE | Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadlian Ekonomi on Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE) Layangkan Surat Terbuka Rakyat Indonesia Mengenai Perundingan IEU CEPA dalam Audiensi dengan Kemenko Perekonomian
  3. Desakan Masyarakat Sipil Indonesia dan Eropa Agar PerundinganIndonesia-EU CEPA Tak Dilanjutkan – Sahita Institute on Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE) Layangkan Surat Terbuka Rakyat Indonesia Mengenai Perundingan IEU CEPA dalam Audiensi dengan Kemenko Perekonomian

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • December 2023
  • October 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • November 2022

Categories

  • Art
  • Article
  • Campaign
  • Collective Idea
  • Digital Jusctice
  • Energy Transtition
  • News
  • Publication
  • Trade Justice
  • Uncategorized
  • CAMPAIGN
  • COLLECTIVE IDEA
  • GALLERY
  • Sample Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • CAMPAIGN
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
    • Trade Justice
  • COLLECTIVE IDEA
    • ART
    • Article
    • NEWS
    • PUBLICATION
  • GALLERY
  • Sample Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.