• Call: +62
  • E-mail: sahita.institute@hints.id
Sahita Institure
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result

Politik Industri dari Bawah

Hints in collaboration with Transnational Institute | Merebut Kembali Industrialisasi sebagai Agenda Pembebasan di Indonesia dan Konteks Global

March 18, 2026
in Article, Collective Idea
Home Collective Idea Article
Share on FacebookShare on Twitter

Industrialisasi kontemporer di negara-negara Selatan, termasuk kebijakan hilirisasi mineral dan transisi hijau di Indonesia, mereproduksi ketergantungan dan ekstraktivisme hijau di tengah krisis ekologi dan ketidaksetaraan. Tulisan ini mengusulkan politik industri dari bawah sebagai kerangka kontra-hegemonik yang mendefinisikan ulang industri bukan sekadar sebagai paradigma akumulasi yang berpusat pada pertumbuhan, melainkan sebagai kapasitas kolektif untuk memproduksi dan mereproduksi kehidupan. Dengan bertumpu pada ekonomi politik, teori ketergantungan, serta kritik feminis terhadap industrialisasi, dan juga diperkaya oleh diskusi akar rumput dalam Pertemuan Batang 2025, tulisan ini berargumen bahwa reforma agraria, kontrol rakyat–pekerja, serta transformasi negara yang demokratis merupakan prasyarat penting untuk merebut kembali industrialisasi sebagai proyek dekolonial dan berpusat pada kehidupan.

Pengantar

Dalam konteks krisis global yang semakin memburuk, yang meliputi degradasi iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, ketimpangan sosial-ekonomi, kebangkitan otoritarianisme, serta meningkatnya ketegangan geopolitik,1 keterbatasan pembangunana industri modern semakin tampak jelas. Selama beberapa dekade, industrialisasi dianggap sebagai simbol kemajuan; namun pada praktiknya, ia sering kali bersandar pada eksploitasi sumber daya alam, perusakan ekologi, serta pelanggengan ketidaksetaraan global antara negara-negara Utara dan Selatan.2

Dalam beberapa tahun terakhir, wacana tentang kebijakan industri kembali muncul di banyak negara, menyusul kegagalan paradigma neoliberal dalam mewujudkan kemakmuran inklusif, stabilitas sosial, atau keberlanjutan ekologis. Banyak negara-negara Selatan, termasuk Indonesia, mulai mempertimbangkan kembali peran negara dalam pembangunan industri sebagai respons terhadap ketergantungan struktural dan kerentanan dalam ekonomi global. Namun, kebangkitan kembali kebijakan industri yang dipimpin negara seringkali memperkuat kecenderungan otoriter dan mereproduksi pola berorientasi pertumbuhan yang mengabaikan keadilan sosial dan ekologis.

Sebagaimana dicatat oleh beberapa studi global terbaru, kebijakan industri telah diterapkan secara asimetris di seluruh perekonomian global. Baik kapasitas untuk menjalankan kebijakan industri yang transformatif maupun cara kebijakan tersebut diimplementasikan tetap sangat dipengaruhi oleh hierarki keuangan dan moneter global, integrasi ke dalam rantai pasok global, serta posisi geopolitik. Kecepatan negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam mengadopsi kebijakan industri berbeda secara signifikan, di mana negara-negara maju berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk memanfaatkan periode perubahan yang penuh gejolak saat ini.

Pergeseran ekonomi global, seperti gangguan rantai pasok, persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta dorongan menuju “industri hijau,” belum secara mendasar mengubah paradigma yang ada. Alih-alih menandai sebuah perubahan besar, ekonomi hijau justru sebagian besar mereproduksi logika akumulasi modal, komodifikasi, dan finansialisasi yang sudah ada, termasuk terhadap alam itu sendiri. Akibatnya, praktik-praktik kolonialisme hijau dan ekstraktivisme mineral transisi kian membelenggu negara-negara di belahan dunia Selatan, di mana ekstraksi mineral strategis memperparah perusakan lingkungan dan eksploitasi tenaga kerja (Hamouchene & Sandwell, 2023). Hal ini memicu bangkitnya nasionalisme sumber daya di sebagian besar negara berkembang kaya mineral, yang didorong oleh agenda negara dari para elit nasional yang berupaya mengambil nilai lebih besar dan memperkuat kepemilikan atas sumber daya alam mereka (Warburton, 2018). Di Asia Tenggara, wacana mengenai kebijakan industri dan politik industri3 semakin berkelindan dengan perjuangan melawan ekstraktivisme, ketimpangan digital, serta menyempitnya ruang demokrasi.

Baca selengkapnya dalam Politik Industri dari Bawah – Transnational Institute

Previous Post

Agreement on Reciprocal Trade Indonesia-US: Kelindan Relasi Kolonial dan Mutasi Neoliberal

Next Post

Perjanjian ART Indonesia-AS : Momentum Kebangkitan Digital atau Gerbang Menuju Kolonisasi Digital?

admin_hints

admin_hints

Discussion about this post

Follow Us

  • Perdagangan global bukan cuma soal ekspor, impor, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ada kepentingan besar, perebutan pengaruh, dan relasi kuasa yang ikut menentukan siapa yang diuntungkan dan siapa yang berisiko tertinggal.

Lewat dialog publik “Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO”, kita diajak melihat lebih kritis arah perdagangan dunia di tengah rivalitas negara-negara besar dan menguatnya proteksionisme.

#PerdaganganBebas #WTO #KeadilanEkonomi #KedaulatanEkonomi #RuangKebijakan
  • Perdagangan internasional kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen efisiensi ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi negara dalam melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonomi. Menguatnya nasionalisme ekonomi, proteksionisme, dan economic statecraft, termasuk perang dagang AS–Tiongkok, memunculkan pertanyaan mendasar: apakah perdagangan bebas sedang mengalami kemunduran, atau justru bertransformasi menjadi sistem yang semakin selektif dan strategis?

Di tengah perubahan tersebut, relevansi dan kapasitas WTO dalam menjaga sistem perdagangan multilateral berbasis aturan ikut dipertanyakan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang membutuhkan ruang kebijakan (policy space) untuk pembangunan. 

Kegiatan dialog publik ini diselenggarakan oleh Fakultas HI Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE), diharapkan dapat menjadi ruang diskusi kritis bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat sipil untuk membahas isu tersebut.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/rekan-rekan anggota Koalisi MKE untuk hadir pada:

📌 *Dialog Publik: Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO*
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
⏰ Waktu: 13.00 WIB - selesai
📍 Tempat: Ruang Teater, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang

Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.

#KoalisiMKE #KeadilanEkonomi #UniversitasDiponegoro #UNDIP #AkademisiDanMasyarakatSipil
  • Here are a few glimpses of resistance from around the world.
ISDS threatens public policy space, social justice, and environmental protection. Let’s unite our voices during the **Global Action Days Against ISDS!*

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 5

Video 5 - ISDS Attacks the Marine Environment 

Getting paid billions without even mining? Welcome to the reality of ISDS. ☣️

Even when governments enforce international marine protections—like UNCLOS—foreign investors can use complex corporate web structures to sue for "lost future profits". 🤯🙄

Corporations can extract millions from public coffers simply because a country chooses to protect its ocean. 🌊 

We can NOT allow secretive trade mechanisms to exploit our oceans and public money.

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 4

Is it possible to stop ISDS? ⛓️‍💥⛔️

Absolutely—and countries are already doing it! 🌍

From Indonesia and India terminated outdated bilateral investment treaties, to Germany exiting the Energy Charter Treaty, governments worldwide are realizing the danger of corporate courts. 😵✊🏽

Our Governments must STOP fearing corporate scaremongering.

Evidence shows foreign investment relies on resources, market size, and infrastructure—not ISDS clauses.

We call on governments to stand firm, exit toxic investment treaties, and protect national policy space! 🚨

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!
#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 3

Resource sovereignty is under attack. 🛘‼️

As the race for critical minerals speeds up, Global South countries are facing the risks of ISDS.

When Governments enact raw material export bans, enforce local processing, or protect indigenous lands, multinational corporations use ISDS to sue for billions of US dollars. 💸 

In countries like Indonesia and the Philippines, these corporate threats hold indigenous rights, environmental protections, and national policies hostage. 😵

Therefore, we demand an end to investment treaties with ISDS permanently and prioritize community rights over corporate greed! 🫵🏼✊🏽

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 2

ISDS Attacks Tax Justice 

Who pays the price when your Government is being sued through ISDS? YOU do. 💸😰

Fossil fuel corporations often seek tax avoidance, when Governments ask for them to pay–they’re threatened with ISDS claims.

When corporations use ISDS to attack national policies, Government budgets take a massive hit.

Losing an ISDS case or even paying high-powered legal teams to defend against one, drains public funds that belong to the people. 💰👥

Fewer public funds means reduced budget for important public services such as healthcare, education, and social security programs. ⛓️‍💥📉

ISDS doesn’t just protect investors but it actively steals communities of their rights to public services. 🥷

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

IsdsOutClimateJusticeIn ISDSThreatensOurPlanet ClimateJustice StopISDS ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS Threatens Our Planet - Part 1

ISDS Attacks Coal Phase Out

How are corporate courts blocking urgent climate action? ⚠️🌏
Imagine a mechanism where Governments are chilled from taking robust climate actions out of fear from getting sued by corporations.

Yes, the mechanism is called Investor-State Dispute Settlement (ISDS). It allows foreign corporations to sue governments in secret tribunals for billions of dollars whenever public policies ”threaten” their future profits. 🤯🤬

Clive Palmer’s case against Australia shows us that ISDS is being weaponized to delay coal phase-outs and evade democratic accountability.
When corporations can hold climate policy hostage, taxpayers end up paying the price. 

In pushing for an ISDS-free world, we join the global movement on the global days of action against ISDS. 

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @psiglobalunion @lciti.ui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev

© 2022 - Sahita Institute

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication

© 2022 Sahita Institute