• CAMPAIGN
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
    • Trade Justice
  • COLLECTIVE IDEA
    • ART
    • Article
    • NEWS
    • PUBLICATION
  • GALLERY
  • Sample Page
Sahita Institute
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result
Home Collective Idea Article

Sikap Tegas Pemberantasan Korupsi Prabowo-Gibran Syarat Realisasi Hilirisasi Berkedaulatan Rakyat

Respon Terhadap Pidato Pelantikan Presiden Prabowo Subianto

admin_hints by admin_hints
February 4, 2025
in Article
0
Sikap Tegas Pemberantasan Korupsi Prabowo-Gibran Syarat Realisasi Hilirisasi Berkedaulatan Rakyat
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 21 Oktober 2024. Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-8 (20/10) menekankan fokus kerja yang akan diembannya selama periode 2024-2029, beberapa diantaranya yakni agenda hilirisasi sumber daya alam, swasembada pangan dan energi, dan penggunaan digitalisasi dalam agenda pemberantasan korupsi.

Sahita Institute (Hints) melihat bahwa komitmen pemberantasan korupsi Presiden Prabowo adalah kunci sesungguhnya untuk merealisasikan agenda hilirisasi sumber daya alam di Indonesia guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara tegas dan keras! Memastikan birokrasi dalam kabinet Merah Putih yang ‘gemuk’ ini mampu melakukan pelayanannya sesuai tugas dan fungsinya secara bersih dan sinergis serta mengatasi ego antar kabinet dan tradisi birokratis rente adalah sebuah keharusan! Semua itu harus dilakukan secara serius oleh Kabinet Prabowo-Gibran dalam kerjanya lima tahun mendatang, dengan tetap berjalan dalam koridor demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat.

Terkait hal tersebut, Sahita Institute (Hints) memiliki beberapa catatan kritis yang masih menjadi persoalan fundamental khususnya mengenai agenda pembangunan ekonomi melalui hilirisasi industri sumber daya alam dan digitalisasi di Indonesia dalam upaya mendorong agenda prioritas kerja Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pertama, soal hilirisasi industri. Klaim pemerintah atas agenda hilirisasi sumber daya alam sebagai manifestasi kedaulatan ekonomi Indonesia pada kenyataannya telah menghasilkan model pembangunan ekonomi yang cenderung disetir dan lebih menguntungkan kepentingan oligarki atau elit pengusaha nasional dengan dukungan birokrat berwatak pengusaha dan berpotensi memperkuat praktek perburuan rente. Tentunya ini juga membuat Indonesia akan terjebak pada ekstraksi yang berlebih dan tidak terkontrol yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar belaka dan meninggalkan pencapaian tujuan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menekankan bahwa kekayaan alam harus dikelola berdasarkan demokrasi yang berpusat pada kedaulatan rakyat untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Ini artinya, penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam oleh negara harus didasari pemahaman sebagai bagian dari kepemilikan rakyat secara kolektif. Penguasaan dan pengelolaan oleh negara pada prakteknya  dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tetapi kita tahu, bahwa  BUMN telah menjadi lembaga yang dikenal korup dan menjadi alat memfasilitasi kepentingan bisnis rente para oligarki yang pada akhirnya membuat keuntungan yang seharusnya  didistribusikan kepada rakyat menjadi tidak terealisasi. Oleh karena itu, pelaksanaan agenda pembangunan Hilirisasi yang seperti itu sesungguhnya telah melanggar konstitusi.

Jika memang Presiden Prabowo berkomitmen untuk secara berani dan tegas memberantas korupsi di Indonesia, maka sudah seharusnya prioritas agenda yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran adalah mereorganisasi kelembagaan seluruh BUMN dan mengembalikan pada Mandat Konstitusi yang sejati agar agenda hilirisasi sumber daya alam dapat dinikmati secara adil dan merata bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Kasus-kasus seperti korupsi pada ‘korupsi timah’, ‘korupsi BTS’ dan lainnya harus segera dituntaskan dan dihentikan sebagai wujud nyata janji sebagai presiden dan Wapres serta menteri. Menurut Sahita Institute hal ini adalah adalah kunci penting  dalam mewujudkan kedaulatan rakyat.

Kedua, soal digitalisasi. Komitmen Presiden Prabowo memberantas korupsi akan dilakukan dengan pemanfaatan teknologi digital dalam segala proses administrasi dan birokrasi negara. Kami melihat bahwa teknologi digital yang memiliki potensi dan keluwesan yang sangat besar tetapi tetap saja memiliki kelemahan dan ancaman yang harus diwaspadai. Praktek-praktek pemanfaatan digital pada pelayanan publik seperti pendidikan, pelayanan tender (government procrument) selama ini belum terbebas dari praktek koruptif, bias diskrimintif dan sistem pengamanan data yang belum memadai.

Pengaturan dan kontrol terhadap source code, khususnya pada semua pelayanan publik harus dilakukan dalam menjamin kinerja digital yang memadai dan efektif. Perlindungan yang berlebih terhadap source code atas nama kerahasiaan dagang dan hak cipta, hanya akan melahirkan sistem digital yang berpotensi merugikan masyarakat baik akibat bias negatif, algoritma yang merugikan dan pengambilan data serta sistem yang bertentangan dengan kemanusiaan. Bahkan berpotensi melahirkan cara korupsi baru dan pengambilan data strategis.

Indonesia belum memiliki aturan yang tegas mengenai transparansi atas algoritma atau source code. Bahkan, Undang-undang Perlindungan Data Pribadi masih belum cukup untuk dapat menjamin adanya kontrol dan transparansi terhadap source code, khususnya dalam merespon perkembangan massif Artificial Intellegence (AI) yang dikuasai oleh perusahaan teknologi multinasional. Selama ini, berbagai upaya dilakukan untuk meliberalisasi aliran data lintas batas baik di perjanjian perdagangan bebas, WTO, dan G20 cenderung lebih melindungi kepentingan perusahaan teknologi multinasional dalam mengekstraksi data penting, strategis, dan menguasai hajat hidup orang banyak yang dilakukan dengan menjamin mereka mendulang profit.

Oleh karena itu, jika memang teknologi digital dijadikan kunci dari pemberantasan korupsi di Indonesia, maka seharusnya Presiden Prabowo melakukan agenda prioritas terkait kontrol terhadap sistem digital khususnya pada pelayanan publik, Lembaga Penyelenggaraan Perlindungan Data Pribadi yang melibatkan perwakilan masyarakat didalamnya, serta aturan pemanfaatan digital khususya dalam mengantisipasi perkembangan Kecerdasan Buatan.

 

******

Kontak Narasumber:

Olisias Gultom
Direktur Sahita Institute (Hints)

Previous Post

Indonesian National Critical Mineral Conference Produces Joint Communiqué

Next Post

Presiden Terpilih Diminta Peduli Masyarakat dan Lingkungan di Industri Hilir Nikel

Next Post

Presiden Terpilih Diminta Peduli Masyarakat dan Lingkungan di Industri Hilir Nikel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Industrialisasi Dari Bawah
  • ISDS, Ancaman dan Risiko Ketika Investor Bisa Gugat Negara
  • IEU CEPA Alarm Peringatan Bagi Kedaulatan Digital Indonesia
  • Gerakan Rakyat Melawan Imperialisme Global di Tengah Tatanan Multipolar
  • Indonesia Di Tengah Badai Dunia

Recent Comments

  1. Siaran Pers Diskusi Publik Hilirisasi dan Perlindungan Buruh “Pemerintah Belum Serius Melindungi Buruh Dalam Agenda Hilirisasi” – Sahita Institute on Transformasi Ekonomi Berkedaulatan Rakyat Dari Perspektif Gerakan Buruh Indonesia
  2. Desakan Masyarakat Sipil Indonesia dan Eropa Agar PerundinganIndonesia-EU CEPA Tak Dilanjutkan – MKE | Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadlian Ekonomi on Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE) Layangkan Surat Terbuka Rakyat Indonesia Mengenai Perundingan IEU CEPA dalam Audiensi dengan Kemenko Perekonomian
  3. Desakan Masyarakat Sipil Indonesia dan Eropa Agar PerundinganIndonesia-EU CEPA Tak Dilanjutkan – Sahita Institute on Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE) Layangkan Surat Terbuka Rakyat Indonesia Mengenai Perundingan IEU CEPA dalam Audiensi dengan Kemenko Perekonomian

Archives

  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • December 2023
  • October 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • November 2022

Categories

  • Art
  • Article
  • Campaign
  • Collective Idea
  • Digital Jusctice
  • Energy Transtition
  • News
  • Publication
  • Trade Justice
  • Uncategorized
  • CAMPAIGN
  • COLLECTIVE IDEA
  • GALLERY
  • Sample Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • CAMPAIGN
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
    • Trade Justice
  • COLLECTIVE IDEA
    • ART
    • Article
    • NEWS
    • PUBLICATION
  • GALLERY
  • Sample Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.