• Call: +62
  • E-mail: sahita.institute@hints.id
Sahita Institure
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result

Koalisi MKE Desak MK Kawal Putusan Perjanjian Perdagangan Internasional

May 5, 2026
in Trade Justice
Home Campaign Trade Justice
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 30 April 2026 – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE) melakukan audiensi dengan Mahkamah Konstitusi (MK) di Lantai 10 Gedung 1 MK, Rabu (30/4/2026). Pertemuan tersebut membahas urgensi pengawasan terhadap ratifikasi perjanjian internasional, pasca Putusan MK Nomor 13/PUU-XVI/2018 yang mengatur kewajiban persetujuan DPR untuk perjanjian yang berdampak luas bagi rakyat.

Dalam diskusi yang dihadiri Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol MK, Pan Mohamad Faiz, didampingi jajaran staf analis internasional MK tersebut, Koalisi MKE menyampaikan kekhawatiran atas kurangnya transparansi dan tergesa-gesanya pemerintah dalam meratifikasi sejumlah perjanjian strategis, seperti Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat, Perjanjian Perdagangan dengan Kanada, serta Uni Eropa.

“Kami melihat tidak ada transparansi yang cukup dan proses yang terkesan terburu-buru tanpa konsultasi publik. Padahal, pasca putusan MK 2018, seharusnya ada mekanisme demokratis dan asesmen dampak yang terbuka terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Rachmi Hertanti, perwakilan Koalisi MKE, dalam paparannya.

Rachmi menyoroti bahwa putusan MK yang mewajibkan ratifikasi melalui undang-undang untuk perjanjian yang berdampak mendasar pada kehidupan rakyat dan beban keuangan negara belum sepenuhnya diindahkan oleh eksekutif dan legislatif. Ia mencontohkan bahwa hingga kini DPR RI belum menindaklanjuti amanat putusan tersebut dengan merevisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional.

Menanggapi hal itu, Perwakilan MK, Pan Mohamad Faiz yang akrab disapa Faiz, mengakui adanya kesenjangan antara putusan dan implementasi di lapangan. Ia menjelaskan keterbatasan kewenangan MK yang tidak bisa memberikan advisory opinion atau fatwa kepada pemerintah di luar putusan resmi.

“MK tidak memiliki kewenangan untuk memberikan nasihat hukum. Satu-satunya tafsir resmi ada di dalam pertimbangan putusan. Jika ada pejabat yang meminta penjelasan, kami khawatir justru akan menimbulkan tafsir baru yang tidak mengikat,” jelas Faiz.

Namun, Faiz menegaskan bahwa MK memiliki mekanisme Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk mengawal putusannya. Ia mengundang civil society untuk berpartisipasi dalam forum Monev yang rutin digelar, di mana pemohon, akademisi, dan kementerian terkait (seperti Kemenlu dan Bappenas) diajak berdiskusi mengenai kendala implementasi putusan.

“Kami sadar, di Jerman ada kementerian khusus yang memonitor putusan pengadilan. Di Indonesia, peran civil society dan pers sangat krusial sebagai pengingat. Kami berharap teman-teman menjadi Friends of the Court untuk mengawal putusan ini,” tambah Faiz.

Sementara itu, Hadi Purnama, akademisi Fakultas Hukum UI yang turut hadir dalam audiensi, menyoroti inkonsistensi pemerintah yang meratifikasi perjanjian dagang melalui Peraturan Presiden (Perpres), bukan Undang-Undang. Ia juga menyoroti kasus batalnya kewenangan Presiden AS dalam perjanjian ART, namun Indonesia menganggap perjanjian itu tetap berlaku.

“Isu lainnya adalah soal Undang-Undang Cipta Kerja. MK meminta klaster ketenagakerjaan dikeluarkan menjadi undang-undang sendiri dan melibatkan partisipasi bermakna (meaningful participation), namun hingga kini serikat pekerja belum dilibatkan dalam penyusunan draf baru,” tegas Tuti Suwartini dari Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP Farkes).

Koalisi MKE berharap MK dapat lebih proaktif mengingatkan para pembuat kebijakan, serta mendorong adanya Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan DPR dan Kementerian Luar Negeri untuk membahas mekanisme constitutional preview, yakni kewenangan menguji draf perjanjian internasional sebelum disahkan yang saat ini belum dimiliki MK.

“Kami akan terus mengawal. Jangan sampai Indonesia terikat perjanjian internasional yang justru merugikan kedaulatan dan hak-hak pekerja hanya karena tidak ada mekanisme kontrol yang kuat,” tegas Olisias Gultom dari Sahita Institute, mewakili sekretariat koalisi MKE.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk bersama-sama menegakkan konstitusi, serta rencana tindak lanjut berupa partisipasi publik dalam agenda monitoring putusan MK yang akan digelar dalam waktu dekat.

Tags: ARTIndonesiaAShintsJaringan Koalisi Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (Koalisi MKE)KedaulatanEkonomiPerjanjianPerdagangan
Previous Post

Tarif Resiprokal AS Tidak Sah, Perjanjian ART Tidak Perlu Diratifikasi

Next Post

Blokade Hormuz dan Senjakala Dominasi Amerika

admin_hints

admin_hints

Discussion about this post

Follow Us

  • Perdagangan global bukan cuma soal ekspor, impor, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ada kepentingan besar, perebutan pengaruh, dan relasi kuasa yang ikut menentukan siapa yang diuntungkan dan siapa yang berisiko tertinggal.

Lewat dialog publik “Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO”, kita diajak melihat lebih kritis arah perdagangan dunia di tengah rivalitas negara-negara besar dan menguatnya proteksionisme.

#PerdaganganBebas #WTO #KeadilanEkonomi #KedaulatanEkonomi #RuangKebijakan
  • Perdagangan internasional kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen efisiensi ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi negara dalam melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonomi. Menguatnya nasionalisme ekonomi, proteksionisme, dan economic statecraft, termasuk perang dagang AS–Tiongkok, memunculkan pertanyaan mendasar: apakah perdagangan bebas sedang mengalami kemunduran, atau justru bertransformasi menjadi sistem yang semakin selektif dan strategis?

Di tengah perubahan tersebut, relevansi dan kapasitas WTO dalam menjaga sistem perdagangan multilateral berbasis aturan ikut dipertanyakan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang membutuhkan ruang kebijakan (policy space) untuk pembangunan. 

Kegiatan dialog publik ini diselenggarakan oleh Fakultas HI Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE), diharapkan dapat menjadi ruang diskusi kritis bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat sipil untuk membahas isu tersebut.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/rekan-rekan anggota Koalisi MKE untuk hadir pada:

📌 *Dialog Publik: Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO*
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
⏰ Waktu: 13.00 WIB - selesai
📍 Tempat: Ruang Teater, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang

Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.

#KoalisiMKE #KeadilanEkonomi #UniversitasDiponegoro #UNDIP #AkademisiDanMasyarakatSipil
  • Here are a few glimpses of resistance from around the world.
ISDS threatens public policy space, social justice, and environmental protection. Let’s unite our voices during the **Global Action Days Against ISDS!*

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 5

Video 5 - ISDS Attacks the Marine Environment 

Getting paid billions without even mining? Welcome to the reality of ISDS. ☣️

Even when governments enforce international marine protections—like UNCLOS—foreign investors can use complex corporate web structures to sue for "lost future profits". 🤯🙄

Corporations can extract millions from public coffers simply because a country chooses to protect its ocean. 🌊 

We can NOT allow secretive trade mechanisms to exploit our oceans and public money.

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 4

Is it possible to stop ISDS? ⛓️‍💥⛔️

Absolutely—and countries are already doing it! 🌍

From Indonesia and India terminated outdated bilateral investment treaties, to Germany exiting the Energy Charter Treaty, governments worldwide are realizing the danger of corporate courts. 😵✊🏽

Our Governments must STOP fearing corporate scaremongering.

Evidence shows foreign investment relies on resources, market size, and infrastructure—not ISDS clauses.

We call on governments to stand firm, exit toxic investment treaties, and protect national policy space! 🚨

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!
#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 3

Resource sovereignty is under attack. 🛘‼️

As the race for critical minerals speeds up, Global South countries are facing the risks of ISDS.

When Governments enact raw material export bans, enforce local processing, or protect indigenous lands, multinational corporations use ISDS to sue for billions of US dollars. 💸 

In countries like Indonesia and the Philippines, these corporate threats hold indigenous rights, environmental protections, and national policies hostage. 😵

Therefore, we demand an end to investment treaties with ISDS permanently and prioritize community rights over corporate greed! 🫵🏼✊🏽

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 2

ISDS Attacks Tax Justice 

Who pays the price when your Government is being sued through ISDS? YOU do. 💸😰

Fossil fuel corporations often seek tax avoidance, when Governments ask for them to pay–they’re threatened with ISDS claims.

When corporations use ISDS to attack national policies, Government budgets take a massive hit.

Losing an ISDS case or even paying high-powered legal teams to defend against one, drains public funds that belong to the people. 💰👥

Fewer public funds means reduced budget for important public services such as healthcare, education, and social security programs. ⛓️‍💥📉

ISDS doesn’t just protect investors but it actively steals communities of their rights to public services. 🥷

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

IsdsOutClimateJusticeIn ISDSThreatensOurPlanet ClimateJustice StopISDS ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS Threatens Our Planet - Part 1

ISDS Attacks Coal Phase Out

How are corporate courts blocking urgent climate action? ⚠️🌏
Imagine a mechanism where Governments are chilled from taking robust climate actions out of fear from getting sued by corporations.

Yes, the mechanism is called Investor-State Dispute Settlement (ISDS). It allows foreign corporations to sue governments in secret tribunals for billions of dollars whenever public policies ”threaten” their future profits. 🤯🤬

Clive Palmer’s case against Australia shows us that ISDS is being weaponized to delay coal phase-outs and evade democratic accountability.
When corporations can hold climate policy hostage, taxpayers end up paying the price. 

In pushing for an ISDS-free world, we join the global movement on the global days of action against ISDS. 

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @psiglobalunion @lciti.ui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev

© 2022 - Sahita Institute

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication

© 2022 Sahita Institute